Buat Pejuang Di Tanah Rantau, 6 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Rindu Rumah Menyerang

hipwee-130-750x422

Siapa bilang jauh keluarga itu menyenangkan cuma karena bayang-bayang kehidupan yang lebih bebas? Sebaliknya jauh dari keluarga alias merantau itu justru lebih banyak menghadirkan sendu. Bagaimana tak sendu kalau di kota atau negeri orang ini kamu harus bisa bertahan hidup sendiri. Sebab teman tak selalu bisa diandalkan seperti keluarga. Tak jarang saat-saat sulit pun membuatmu semakin rindu akan rumah dengan kehadiran mereka. Kalau dipikir-pikir lagi ada benarnya juga kata orang, mau sebetah apapun kamu diperantauan tetap saja rasa-rasa rindu rumah tak bisa disangkal.

Tapi jangan ngaku perantau sejati kalau kamu tak bisa mengatasi kerinduaan ruma atau home sick ini.

1. Akhir pekan tak hanya bengong di kosan, tapi kamu menyibukkan diri dengan kegiatan apa saja yang menyenengkan

Bermalas-malasan di kamar rasanya memang menyenangkan. Apalagi di kos-kosan yang jelas-jelas tak ada suara ibu yang memintamu bantu membereskan rumah lah, antar ke pasar lah, mandi lah, atau sekadar bangun pagi. Tapi kenyataannya semakin sering kamu berdiam diri di kos, justru akan semakin sering rindu rumah. Karena biar bagaimana pun juga suasana kos berbeda jauh dengan di rumah yang mau sesepi apapun rasanya tetap saja hangat, nyaman dan aman.

Jadi solusinya, jadi anak rantau memang harusnya punya banyak kegiatan. Nggak cuma main dengan teman kantor atau kuliah, tapi bisa dengan ikut jadi volunter sampai kerja part-time mungkin. Kalaupun ingin di kos saja, setidaknya kamu punya stok film atau buku yang bagus, yang bisa mengalihkan perhatianmu.

2. Belajar memasak makanan rumahan buatan ibu, karena home sick bisa berawal dari hal sesederhana itu

Kalian pasti setuju kalau makanan rumah dan buatan ibu sendiri itu ngangenin sekali. Bukan karena gratis saja, tapi entah kenapa memang rasanya tak seperti masakan di luar sana. Membuatmu kadang berangan-angan, “Coba sekarang ada di rumah, pasti lagi makan pepes ikan mas yang aroma kemanginya bikin perut keroncongan.” Kadang saat kamu sedang ngemil jajan pasar, diam-diam ada rasa tak puas tapi mau beli lagi pun harus ingat uang buat keperluan lainnya.

Sementara kalau saja kamu mau menyibukkan diri belajar memasak makanan dari resep ibumu sendiri, mungkin rasanya agak sedikit berbeda, tapi bukan secara isi dan wujud sudah mewakili? Setidaknya kamu bisa puas makan pastel kesukanmu, karena membuatnya sendiri lebih hemat dibanding harus membelinya.

3. Main ketempat sodara yang ada di satu kota, setidaknya aroma-aroma rumah bisa dirasakan di sana

Masih ingat ‘kan pesan ayah atau ibumu yang memintamu untuk menyambung tali silahturahmi ke om, tante, pakde atau bude dari kedua orangtuamu. Semata-mata bukan untuk berbasa-basi biasa. Tapi orangtuamu tahu, kalau keberadaan kerabatnya ini akan menjadi pengganti sementara ayah, ibu, kakak dan adik-adikmu.

Setidaknya dengan main ke rumah mereka kamu bisa merasakan kehangatan suasana rumah. Bisa merasakan makanan rumahan yang rasanya tak berbeda jauh, karena sebagai keluarga besar kalian punya selera yang sama. Dan paling penting ada tempat di mana kamu bisa melihat bayang-bayang ibumu dari adiknya, atau ayahmu dari kakak kandungnya ini.

4. Kumpul bareng temam seperantauan dari daerah yang sama, biar kangen-kangenannya bisa sama-sama

Selain saudara ada juga teman-teman sesama perantauan yang berasal dari satu daerah denganmu, yang bisa jadi tempat mencurahkan rindu. Sebab kalian punya bahasa sehari-hari yang sama, selera makanan dan gaya bercandaan yang sama, sampai rasa-rasa senasib sebagai perantau yang juga sama pastinya. Kamu ingin pulang ke kota asal, mereka pun demikian.

5. Telepon jadi obat rindu sementara, ya mirip kayak orang pacaran yang LDR-an

Sebenarnya semakin canggih komunikasi, semakin muda pula rindumu terhadap ayah, ibu, kakak dan adik terobati sementara waktu. Tinggal kamu pilih, terus berkabar dengan mereka setiap saat lewat chat, atau sesekali di hari libur kamu menelepon mereka yang sedang berkumpul. Bisa cukup mendengar suara mereka saja, atau sembari menatap wajah keluargamu satu persatu lewat video call. Semua itu bisa meringankan rindumu, Nak!

6. Karena pada akhirnya pulang jadi jawaban dari rindu rumah dan keluarga

Tapi obat rindu tetap saja bertemu langsung, dalam artian ya pulang ke rumah. Toh sejauh apapun kamu melangkah, pulang adalah tujuan akhir dari kamu dan semua perantau lainnya. Ada haru tersendiri saat kamu merasakan hawa kota, rumah, dan keluargamu setelah beberapa waktu jauh dari mereka. Dan rasanya semalam suntuk pun kurang untuk terus berbagi cerita dengan mereka.

Rindu diibaratkan petunjuk yang tak pernah salah mengantarkanmu untuk pulang.

Advertisements